Kamis, 25 September 2014

Jalan yang Mengubah Segalanya

Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan
Dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
Dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Kemana kelokannya mengarah di balik semak belukar

Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya,
Dan mungkin malah lebih bagus,
Karena jalan itu segar dan mengundang
Meskipun tapak yang telah melewatinya
Juga telah merundukkan rerumputan,


Dan pagi itu keduanya sama-sama membentang
Di bawah hamparan dedaunan rontok yang belum terusik
Oh, kusimpan jalan pertama untuk lain kali !
Meski tahu semua jalan berkaitan
Aku ragu akan pernah kembali

Aku akan menuturkannya sambil mendesah
Suatu saat berabad-abad mendatang
Dua jalan bercabang di hutan, dan aku…
Aku menempuh jalan yang jarang dilalui
Dan itu mengubah segalanya.

Minggu, 21 September 2014

-

Sesuatu yang kecil bisa menyelinap dan menghancurkan dari dalam. Dan yang paling menakutkan adalah, semuanya terjadi tanpa sempat kamu sadari.Ironis rasanya mengetahui bagaimana seorang manusia bisa dengan percaya diri dan mudahnya melewati sebuah badai yang besar. Namun dalam waktu yang sama mengetahui ada beberapa pasang manusia yang bisa hancur hanya karena kerikil kecil.

Sepasang manusia yang akhirnya rela saling melepaskan genggaman tangan hanya karena ancaman kerikil kecil, padahal sebelumnya pernah melewati puluhan badai yang luar biasa besarnya berdua.
Logikanya, sepasang manusia yang berhasil melewati badai berdua atas nama cinta pasti lebih bisa melewati kerikil kecil.

Namun sekali lagi, cinta seringkali tak sejalan dengan logika.Badai yang besar harusnya malu kepada kerikil kecil. Dan sepasang manusia yang kehilangan cinta hanya karena kerikil kecil, akan tertutup mukanya oleh pasir yang terbawa angin badai.Aku tak ingin malu di depan badai dan kerikil, beserta pasir yang senantiasa menyertai mereka.Sebuah cinta, semestinya lebih digdaya dari badai dan kerikil yang melanda.

Kepada kamu, genggam tanganku. Kita lewati badai, kita langkahi kerikil.


Kamis, 04 September 2014

Lewat Perbuatan Baik

Berikanlah penglihatanku kepada orang yang belum pernah melihat matahari terbit, wajah bayi, atau cinta dalam mata seorang wanita.

Berikanlah jantungku kepada orang yang jantungnya hanya menyebabkan hari-hari kesakitan tanpa henti.

Berikanlah darahku kepada remaja yang ditarik dari mobilnya yang hancur agar ia dapat hidup melihat anak cucunya bermain.

Berikanlah ginjalku kepada orang yang bergantung pada mesin untuk hidup dari minggu ke minggu.

Ambil tulangku, setiap otot, setiap serat dan saraf dalam tubuhku dan carilah jalan untuk membuat anak lumpuh dapat berjalan dan anak buta dapat melihat...

Jelajahi tiap sudut otakku, ambil selku, kalau perlu... dan biarkan mereka tumbuh agar kelak seorang anak bisu dapat berteriak.. dan seorang anak tuli dapat mendengar suara rintik hujan di pagi hari dan suara kicauan burung-burung yang terbang tinggi langit di angkasa...

Bakarlah sisa tubuhku dan tebarkan abunya dalam angin untuk membantu bunga-bunga tumbuh subur.....

TETAPI

Kuburlah kesalahan ku, kelemahanku dan semua kecurigaanku terhadap sesama ....Berikanlah dosaku terhadap setan....

namun berikan jiwaku terhadap TUHAN.....

Jika engkau ingin mengingatku.......

Ingatlah lewat perbuatan baik kepada orang yang membutuhkan mu.... perkataan baikmu terhadap sesamamu....

Jika Matamu Tidak Bisa Melihat, Pastikan Telingamu Masih Bisa Mendengar

Sedikit cerita, sesingkat hal yang terkadang tidak bisa diterima oleh hati. Ketahuilah bahwa air mata tak selalu menunjukkan fakta