Kadang-kadang pilihan terbaik adalah menerima.
Ketika belum terjadi, terima firasatnya. Ketika sudah terjadi, terima kejadiannya. Yang kamu butuhkan hanya MENERIMA.
Menolak, menyangkal, cuma bikin kamu lelah.
Lalu, untuk apa? Untuk apa diberi pertanda jika ternyata tak bisa mengubah apa-apa?
Hidup memang aneh, banyak penjelasan didalam ketidakjelasannya.
Terpaksa, aku mengangguk. Terpaksa, semua baik-baik saja. Kusapukan mata melihat sekeliling. Dunia berjalan normal. Hidup yang bergulir seperti biasa. Semua yang harus baik-baik saja.
Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu.