Jumat, 11 Maret 2016

Prasangka Baik terhadap Semesta

Aku selalu berprasangka baik pada semesta
mereka punya rencana
mereka, atau Dia, entahlah
semesta berkonspirasi
menyajikan, memisahkan kenyataan dan angan
hanya untuk membuat mata (hati) terbuka
bahwa hidup tak selamanya sesuai harapan
untuk apa?
Supaya kita tidak berhenti berharap
berharap keadaan menjadi terus lebih baik
harus ada keadaan buruk sebelum menjadi baik, bukan?
Jangan remehkan kinerja semesta
mereka dibantu Tuhan (atau sebaliknya?)
Yang pasti kolaborasi mereka mematikan (kadang menghidupkan)
apa yang mati dan apa yang hidup?
Cuma kita yang bisa menjawab
entah itu angan, harapan, atau kenyataan
tinggal pilih*
Sekian
*kadang dalam soal tersirat jawaban “semua benar” atau “semua salah”

Jadi, Mau Berlari Terus?

“Pernahkah kamu berlari dan terus berlari?
Kadang kita tak pernah menemukan lelah ketika berlari. Berlari (berusaha) meninggalkan kenyataan rasanya begitu menyenangkan sekaligus menakutkan, karena berkali-kali kenyataan jelas ada di depan kita.
Ketika rasa itu menghampiri benak dan pikiran, lama-kelamaan kamu akan menemukan kesia-siaan dalam sebuah “pelarian”. Semakin jauh kamu mencoba melarikan diri dari kenyataan, semakin dekat kenyataan denganmu.
Hingga akhirnya kelelahan menjadi kenyataan berikutnya yang menghampirimu. Ada sebuah pelajaran yang hampir kita lupakan setiap berlari. Kadang kita hanya terfokus pada seberapa cepat kita berlari dan seberapa jauh kita meninggalkan. Pernahkan kita berpikir kapan saatnya berjalan? Dan kapan waktu yang tepat untuk berhenti, mengistirahatkan diri hati ini?
Sayangnya kita sering mencoba berlari tanpa belajar berjalan terlebih dahulu, dan melupakan bagian terpenting, yaitu berhenti. Tak heran jika kamu terus terjatuh.”