Aku bersyukur dilahirkan menjadi pembangkang.
Pada sebagian besar waktu dalam hidup, aku sering tidak bisa menerima begitu saja.
Aku sering tak percaya apa yang dikatakan orang. Bagiku, jawaban dari orang lain hanya menambah tanda tanya. Aku lebih percaya kepada hidup.
Tuhan bersama semesta-Nya lebih jujur daripada jujur.
Ia memberikan pertanda kepada setiap makhluk-Nya.
Kita, makhluk yang tak pandai membaca. Ada seorang bijak pernah berkata bahwa kadang kita tak bisa bersama dengan yang dicinta.
Aku berkali-kali bertemu dengan orang yang harus merelakan cintanya dan menerima cukup yang ada.
Merelakan yang telah pergi sedang batin dan raga menjerit berusaha meraih hadirnya.
Kondisi yang beberapa orang coba jalani selamanya dalam hidupnya.
Aku bersyukur dilahirkan menjadi pembangkang.
Karena aku tak ingin berakhir seperti mereka.
Aku pernah bermimpi mewujudkan mimpi. Sebuah mimpi yang tercipta dari alam bawah sadar yang paling dalam.
Yang bahkan aku sendiri tak tahu mengapa aku memimpikannya.
Sampai aku sadar, bahwa mimpi itu harus kuhidupi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar