Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, angka kemiskinan
Indonesia masih dianggap tinggi sehingga perlu ada upaya untuk
menurunkan angka kemiskinan tersebut. "Persentase angka kemiskinan kita
memang cenderung menurun berkat kerja keras kita bersama. Tapi dengan
jumlah 20-30 juta orang yang masih tergolong miskin, angka tersebut
menurut saya masih tinggi," kata Presiden saat membuka Rapat Koordinasi
BUMN di Hotel Sahid The Rich Jogja di Yogyakarta, Rabu (10/10/2012).Menurut
Presiden, upaya untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut menjadi
prioritas program pembangunan nasional. Namun, upaya tersebut bukan
hanya urusan pemerintah pusat, melainkan juga menjadi urusan pemerintah
daerah, BUMN, hingga swasta untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan percepatan
pertumbuhan ekonomi.
Presiden menuturkan, saat ini pertumbuhan
ekonomi Indonesia dianggap sudah cukup tinggi, khususnya di antara
negara sekawasan dan beberapa negara maju di dunia. "Nantinya, segala
program yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga BUMN,
dan swasta itu diarahkan untuk mengurangi kemiskinan sehingga
kesejahteraan rakyat akan meningkat," kata Presiden.
Dengan adanya
kenaikan pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan akan tersedia. Di
sini, perlu peran penting dari segala sisi institusi untuk bisa
menurunkan angka kemiskinan tersebut.
Presiden menambahkan, saat
ini pemerintah terus menggelontorkan proyek-proyek untuk mempercepat
pertumbuhan ekonomi. Harapannya, Indonesia juga bisa menjadi tuan rumah
di negeri sendiri khususnya dalam bidang investasi. "Sehingga saya
dorong BUMN untuk bisa maju di garda depan, khususnya menangkap
peluang-peluang investasi untuk bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi,"
tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar